fig 17.22
Rangkaian ini dirancang untuk menghasilkan sinyal gelombang gigi gergaji (sawtooth waveform) yang digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pemindaian televisi, osiloskop, dan pembangkit sinyal. Gelombang gigi gergaji berguna karena kenaikan tegangan secara linier dan penurunan tajamnya mencerminkan perubahan waktu yang seragam dan dapat digunakan sebagai dasar waktu (time base).
Selain itu, penggunaan Gate Turn-Off Thyristor (GTO) dalam rangkaian ini memungkinkan kontrol on-off yang lebih baik dibandingkan SCR biasa, karena GTO dapat dimatikan dengan sinyal pada gate-nya. Hal ini memberikan efisiensi dan fleksibilitas dalam aplikasi switching daya tinggi serta dalam pembangkit sinyal bentuk gelombang tertentu.
- Menghasilkan sinyal gelombang gigi gergaji (sawtooth waveform).
- Menunjukkan aplikasi praktis dari GTO dalam pembangkit sinyal.
- Memberikan pemahaman tentang prinsip pengisian dan pengosongan kapasitor secara periodik.
- Mengilustrasikan penggunaan dioda zener sebagai pengatur tegangan referensi.
- Menunjukkan metode kontrol GTO melalui sinyal gate.
- GTO (Gate Turn-Off Thyristor) – 1 buah
- Resistor R2 – 8.2 kΩ
- Resistor R3 – 1 kΩ
- Potensiometer / Resistor beban – 25 kΩ
- Kapasitor C1 – 0.1 µF
- Dioda Zener (VZ) – sesuai kebutuhan (tegangan zener tertentu)
- Catu daya DC – 200 V
- Ground (tanah) – untuk referensi tegangan
- Kabel penghubung dan breadboard atau PCB (opsional)
1. Operational Amplifier (Op-Amp)
Op-Amp adalah penguat tegangan berpenguatan tinggi dengan dua input (inverting dan non-inverting) dan satu output. Sifat dasar Op-Amp ideal meliputi:
Penguatan terbuka (open-loop gain) sangat tinggi
Impedansi input sangat tinggi
Impedansi output sangat rendah
Respon linier terhadap sinyal input
2. Summing Amplifier
Konfigurasi ini memungkinkan beberapa sinyal input dijumlahkan pada satu output. Semua sinyal masuk ke terminal inverting melalui resistor masing-masing, sedangkan non-inverting di-ground-kan. Rumus output untuk dua input dan adalah:
Rangkaian ini juga menghasilkan output yang berfasa terbalik terhadap total sinyal input.
Rangkaian summing-integrator adalah kombinasi dari dua fungsi utama op-amp, yaitu penjumlah (summing amplifier) dan pengintegrasi (integrator). Secara umum, rangkaian ini berfungsi untuk menjumlahkan beberapa sinyal input sekaligus dan menghasilkan output berupa integral dari hasil penjumlahan tersebut terhadap waktu. Rangkaian ini menggunakan konfigurasi inverting op-amp, di mana beberapa sinyal input diberikan ke terminal inverting melalui resistor masing-masing, sementara terminal non-inverting dihubungkan ke ground.
3. Operasi Integrator dengan Step Input
Dalam konfigurasi ini, op-amp berfungsi untuk mengintegrasikan sinyal input terhadap waktu. Ketika diberikan input step sebesar +1V, arus mengalir melalui resistor ke terminal inverting, dan karena adanya umpan balik negatif melalui kapasitor , op-amp menghasilkan output yang merupakan integral dari sinyal input. Karena input adalah konstan (step), maka hasil integrasinya adalah sinyal ramp, yaitu tegangan yang naik atau turun secara linear terhadap waktu. Dalam kasus ini, output menurun secara linear karena sifat pembalikan fasa dari integrator inverting.



Komentar
Posting Komentar