Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja

 


    
    Rangkaian Kontrol Lift 4 lantai ini berfungsi untuk memindahkan sesuatu dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi maupun sebaliknya. Pada Kontrol Lift 4 Lantai ini terdapat 2 rangkaian yaitu rangkaian penggerak lift dan rangkaian Pendeteksi Gas di dalam Lift. Keduanya memiliki fungsi masing masing, dimana rangkaian penggerak lift berfungsi untuk mengatur gerak lift keatas atau kebawah, ditandai dengan 2 touch sensor dimana satu touch sensor berfungsi untuk menggerakkan lift agar naik ke atas, dan touch sensor yang lain untuk menggerakkan lift agar turun kebawah. kemudian rangkaian pendeteksi gas berfungsi untuk mendeteksi adanya gas di dalam lift untuk tujuan keselamatan. apabila terdeteksi gas di dalam lift, maka lift tidak akan bisa bergerak naik maupun turun.

1. Rangkaian Penggerak Lift


Prinsip Kerja
    Rangkaian ini bekerja dengan memanfaarkan sensor touch sebagai objek yang akan di tekan untuk naik atau turun dari lift. Output sensor touch kemudian masuk ke dalam op amp TL082CP yang di konfigurasi sebagai Voltage Follower sehingga sinyal keluarannya stabil dan tidak terpengaruh oleh beban. Ketika sensor touch di tekan salah satunya, tegangan output sensor berubah dan di teruskan ke op-amp, menghasilkan tegangan keluaran yang lebih tinggi. Tegangan dari op-amp kemudian diberikan ke basis transistor NPN 2N2222 melalui resistor bias. Sebelum sampai ke transistor, output dari op amp akan dihubungkan ke com dan NC dari relay sebagai pemutus rangkaian. Jadi, ketika salah satu touch sensor di tekan maka nanti nya relay pemutus ini akan memutus rangkaian dari touch sensor lain nya sehingga tidak bisa di tekan kedua touch secara bersamaan. Jika tegangan dari op-amp ke basis melampaui ambang tertentu, transistor menjadi jenuh dan mengalirkan arus dari kolektor ke emitter. Arus yang mengalir ini mengaktifkan relay 5V sehingga switch relay berubah posisi ( NO → NC ). Ketika relay aktif, rangkaian beban seperti motor gearbox.

2. Rangakaian Pendeteksi Gas


Prinsip Kerja
    Rangkaian ini bekerja dengan memanfaatkan gas sensor untuk mendeteksi keberadaan asap rokok atau gas berbahaya lainnya. Output sensor gas kemudian masuk ke op-amp TL082CP yang dikonfigurasi sebagai detektor non-inverting. Pada kondisi normal, tegangan keluaran sensor gas berada pada level rendah sehingga berada di bawah nilai referensi yang diatur melalui potensiometer. Dalam keadaan ini, output detektor berada pada level LOW, transistor tidak aktif, relay tetap dalam keadaan off, dan indikator yang menyala adalah LED hijau sebagai tanda bahwa kondisi di dalam lift aman.

Ketika sensor mendeteksi adanya gas berbahaya, tegangan keluarannya meningkat. Jika tingkat gas melebihi batas aman, detektor menghasilkan output bertegangan positif yang mengaktifkan transistor. Pada rangkaian relay, terdapat dua indikator: lampu hijau dan lampu merah. Jalur untuk lampu hijau dihubungkan melalui terminal COM dan NC, sementara jalur lampu merah dihubungkan melalui COM dan NO. Ketika transistor tidak aktif, relay berada pada posisi NC sehingga lampu hijau menyala. Namun, ketika transistor aktif, relay berpindah ke posisi NO dan menyalakan lampu merah sebagai indikasi bahwa konsentrasi gas telah mencapai tingkat yang berbahaya.





Komentar